BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perencanaan
merupakan dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan
langkah-langkah serta cakupan pencapaiannya. Merencanakan bermakna
memberdayakan seluruh komponen organisasi seperti sumber daya manusia (human
resources), sumber daya alam (natural resources), dan sumber daya
yang lain (other resources).
Pokok pembahasan pada makalah ini berfokus pada elemen-elemen tertentu dari
proses perencanaan dan proses yang sangat berhubungan dengan pemecahan masalah
dan pengambilan keputusan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengertian Perencanaan ?
2.
Bagaimana Proses Perencanaan ?
3.
Apa itu Perencanaan Strategic ?
4.
Apa itu Perencanaan Opeasional ?
5.
Rencana Tindakan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Perencanaan
Perencanaan
merupakan fungsi awal manajemen yang
mendasari fungsi-fungsi yang lain. Karena itu, perencanaan merupakan
suatu pendekatan yang terorganisir untuk menghadapi problema-problema di masa
yang akan datang.
Berikut ini
pengertian perencanaan yang dikemukakan oleh beberapa ahli:
a.
Stoner (1995:11) menyebutkan,
bahwa perencanaan sebagai suatu proses penentuan tujuan dan tindakan yang
sesuai guna mencapai tujuan tersebut.
b.
Terry (2003:46) menyebutkan,
perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan fakta-fakta, membuat dan
menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan penggambaran dan penyusunan
kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
c.
Rogers A. Kauffman dalam Fattah
(2004:49) berpendapat bahwa yang dimaksud perencanaan adalah proses penentuan
tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang
diperlukan untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin.
Dari
pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan dalam fungsi
manajemen ini adalah suatu proses untuk
menentukan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan
sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin.[1]
Tujuan
Perencanaan
Perencanaan
bertujuan untuk memberi pegangan bagi manajer agar mengetahui arah yang hendak
di tuju, mengurangi dampak perubahan, mengurangi pemborosan dan kesia-siaan,
serta menetapkan acuan untuk memudahkan dalam melakukan pengawasan (Mansoer,
1989: 74).
B.
Proses Perencanaan
Untuk membuat
suatu perncanaan harus memerhatikan kemungkinan-kemungkinan, karena dalam
proses menetapkan sasaran didalamnya terdapat pembuatan keputusan dimana
perencana harus memperhatikan adanya unsur kepastian, ketidakpastian, dan
mengandung resiko. Proses perencanaan melibatkan dua elemen penting, yaitu
tujuan (guals), dan rencana (plan).
a.
Tujuan (Goals)
Tujuan (goals)
pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh
individu, kelompok, atau seluruh organisasi. Dalam pengertian bahasa Inggris,
kadangkala dibedakan antara objectives dan goals. Objectives
diartikan sebagai tujuan dan goals diartikan sebagai target. Bahkan
kadangkala kedua istilah juga digantikan dengan istilah seperti purposes,
aims, destination,yang ketiganya memiliki arti yang kurang lebih juga sama.
b.
Rencana (plans)
Rencana
(plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan
bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan
dialokasikan, penjadwalan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang
terkait dengan pencapaian tujuan. Sebagai seorang manajer perencanaan, tujuan
dan rencana adalah sesuatu yang harus dirumuskan olehnya.[2]
Tahap-tahap
Perencanaan:
1.
Melakukan kegiatan yang meliputi
analisis pihak-pihak berkepentingan, kemudian merumuskan visi, misi dan tujuan
serta merumuskan hasil utama.
2.
Melakukan kegiatan yang meliputi
analisis posisi yang mengkaji faktor-faktor eksternal dan internal serta
pembahasan analisis kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan.
3.
Penyusunan rencana dengan
merumuskan sasaran baik berupa asumsi maupun kebijakan tertentu, kemudian
menentukan strategi dan membuat program kerja.
4.
Implementasi rencana.
C.
Perencanaan Strategik
Perencanaan
strategik (strategik planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan
organisasi, penentuan strategi, Kebijaksanaan dan program-program strategik
yang di perlukan untuk tujuan-tujuan tersebut, dan Penetapan metoda-metoda yang
diperlukan untuk menjamin bahwa strategik dan Kebijaksanaan telah di
implementasikan.
Langkah-langkah perencanaan strategik:
1.
Penentuan misi dan tujuan
Yang mencakup pernyataan-pernyataan umum tentang misi,
falsafah, maksud, dan tujan organisasi. Perumusan misi dan tujuan merupakan tanggung
jawab kunci bagi manager puncak. Perumusan ini dipengaruhi oleh nilai-nilai
yang dibawakan manager. Nilai-nilai ini dapat mencakup masalah-masalah sosial
dan etika atau masalah-masalah umum seperti luas perusahaan, macam produk atau
jasa yang akan diperoduksi atau cara pengoperasian perusahaan.
2.
Pengembangan profil perusahaan
Yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan
perusahaan. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan dan
strategi-strategi yang ada sekarang. Suatu profil perusahaan merupakan hasil
analisa internal perusahaan untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi
sekarang, serta merincikan kuantitas dan kualitas sumber daya-sumber daya
perusahaan yang tersedia. Profil perusahaan menunjukan kesuksesan perusahaan di
waktu yang lalu dan kemampuannya untuk mendukung pelaksaanaan kegiatan sebagai
implementasi strategi dalam pencapaian tujuan di waktu yang akan datang.
3.
Analisa lingkungan eksternal
Perusahaan perlu mengidentifikasi
lingkungan lebih khusus yang terdiri dari :
• Para penyedia
• Pasar organisasi
• Para pesaing
• Pasar tenaga kerja
• Lembaga-lembaga keuangan
Dimana kekuatan-kekuatan ini akan mempengaruhi secara langsung operasi perusahaan.
• Para penyedia
• Pasar organisasi
• Para pesaing
• Pasar tenaga kerja
• Lembaga-lembaga keuangan
Dimana kekuatan-kekuatan ini akan mempengaruhi secara langsung operasi perusahaan.
4.
Analisa internal perusahaan:
kekuatan dan kelemahan organisasi
Analisa ini dilakukan dengan memperbandingkan profil
perusahaan dan lingkungan eksternal.
5.
Identifikasi kesempatan dan
ancaman strategik
Identifikasi tujuan dan strategik, analisa lingkungan,
serta analisa kekuatan dan kelemahan organisasi dipadukan dalam langkah ke lima
: penentuan berbagai kesempatan yang tersedia bagi organisasi dan
ancaman-ancaman yang harus dihadapinya. Berbagai kesempatan dan ancaman dapat
ditimbulkan banyak factor, antara lain perkembangan teknologi, perubahan
kondisi pasar, perubahan politik, atau perilaku konsumen atau langganan.
6.
Pembuatan keputusan strategic
Langkah selanjutnya mencakup identifikasi, penilaian
dan pemilihan alternative strategic. Proses ini disebut proses pembuatan
keputusan strategik.
7.
Pengembangan strategic perusahaan
Setelah tujuan jangka panjang dan strategi dipilih dan
ditetapkan, organisasi perlu menjabarkannya ke dalam sasaran-sasaran jangka
pendek (tahunan) dan strategi-strategi operasional. Tujuan dan strategi
umum diterjemahkan dan diperinci menjadi berbagainstrategi, kebijaksanaan dan
taktik (rencana, program, anggaran) operasional pada masing-masing bidang
fungsional organisasi.
8.
Implementasi strategi
Yang menyangkut kegiatan manajemen pengoperasian
strategi. Implementasi berarti peletakkan strategi menjadi kegiatan.
Implementasi melibatkan penugasan tanggung jawab atas sukses semua atau
sebagian strategi kepada karyawan yang sesuai, diikuti dengan alokasi sumber
daya- sumber daya yang dibutuhkan.
9.
Peninjauan kembali dan evaluasi.
Proses ini sering disebut “strategic control”. Setelah
strategi diimplementasikan, manajer perlu senantiasa memonitor secara periodic,
atau pada tahap-tahap kritis untuk menilai apakah organisasi berjalan kearah
tujuan yang telah ditetapkan atau tidak.[4]
D. Perencanaan Operasional
Perencanaan Operasional (Operational Planning) adalah
perencanaan jangka pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka
panjang ke dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci. Ia merupakan terjemahan
sekaligus penunjang rencana jangka panjang.[5]
Langkah-langkah
Perencanaan Operasional:
1.
Menetapkan tujuan
Sering sebuah organisasi mempunyai banyak tujuan, maka
harus memilih diantara banyak tujuan tersebut, tujuan dapat dirumuskan sesuai
dengan maksud misi dan sasaran yang dikehendaki. Tentu dengan mempertimbangkan
sumber daya yang dimiliki, tujuan yang besar akan sukar dapat dicapai dengan
sumber daya yang sangat terbatas, maka harus menetapkan tujuan yang terbaik
bagi organisasi.
2.
Memahami atau merumuskan keadaan
saat ini
Rencana adalah menyangkut kegiatan dimasa yang akan
datang, apa yang dapat dilakukan dimasa yang akan datang sangat ditentukan pula
keadaan atau posisi organisasi pada saat ini. Oleh karena itu organisasi harus
mengetahui, memahami dan kemudian merumuskan posisinya saat ini. Untuk
keperluan itu diperlukan data dan informasi yang relevan dengan tujuan
organisasi.
3.
Mengidentifikasikan Kemudahan dan
Hambatan.
Organisasi harus melakukan identifikasi dan
inventarisasi faktor-faktor kemudahan dan hambatan dalam usaha pencapaian
tujuan. Dengan mengetahui kemudahan-kemudahan, organisasi akan dapat
memanfaat-kannya peluang tersebut sebaik-baiknya. Sebaliknya dengan mengetahui
kemungkinan hambatan, maka organisasi sedini mungkin sudah mempersiapkan untuk
menanggulanginya atau mengantisipasinya yang akan dirumuskan dan kemudian
dirumuskan pada berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan.[6]
E.
Rencana Tindakan
Di dalam rencana tindakan ada tiga hal yang perlu diperhatikan:
1)
Pemakaian kata-kata yang sederhana dan
jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran yang
berbeda-berbeda dapat ditiadakan.
2)
Fleksibel, suatu rencana harus dapat
menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya bila ada perubahan maka tidak semua
rencana diubah dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian saja. Sifatnya
tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang
direncanakan.
3)
Stabilitas, tidak perlu setiap kali
rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga stabilitasnya setiap harus ada
dalam pertimbangan.[7]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perencanaan
adalah suatu proses untuk menentukan
tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang
diperlukan untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin.
Proses
perencanaan:
a.
Melakukan kegiatan yang meliputi
analisis pihak-pihak berkepentingan, kemudian merumuskan visi, misi dan tujuan
serta merumuskan hasil utama.
b.
Melakukan kegiatan yang meliputi
analisis posisi yang mengkaji faktor-faktor eksternal dan internal serta
pembahasan analisis kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan.
c.
Penyusunan rencana dengan
merumuskan sasaran baik berupa asumsi maupun kebijakan tertentu, kemudian
menentukan strategi dan membuat program kerja.
d.
Implementasi rencana.
e.
Evaluasi dan umpan balik melalui
kegiatan pengendalian dan evaluasi.
Perencanaan
strategik (strategik planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan
organisasi, penentuan strategi, Kebijaksanaan dan program-program strategik.
Perencanaan Operasional (Operational Planning) adalah
perencanaan jangka pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka
panjang ke dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci.
Rencana tindakan, meliputi:
1)
Pemakaian kata-kata yang sederhana dan
jelas
2)
Fleksibel
3)
Stabilitas.
B.
Saran
Demiakian makalah kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca.
Apabila
ada saran dan kritik, silahkan sampaikan kepada kami.
Dan
apabila ada kesalahan kami mohon maaf, karena kami adalah hamba Allah yang tak
luput dari kesalahan.
DAFTAR PUSTAKA
Choliq, Abdul, 2011, Pengantar Manajemen, Semarang:
Cetakan Pertama.
Tisnawati, Ernie, Kurniawan Saefullah, 2005, Pengantar
Manajemen, Jakarta: Edisi Pertama.
[1] Abdul Choliq MT., Pengantar Manajemen, hlm. 115-116
[2]
Ernie Tisnawati, Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen, hlm. 99-100
[3]
Abdul Choliq MT., Pengantar Manajemen, hlm. 118-119
[4]
http://yuliaseptian.blogspot.com/2013/04/perencanaan-strategik-pengantar.html
pukul 14:18, 25 april 2015
[5] http://rijaluljalul.blogspot.com/2013/11/rencana-operasional-rencana-strategik.html
pukul 14:15, 25 april 2015
[6] http://oaththinking.blogspot.com/2011/02/langkah-langkah-perencanaan-operasional.html
pukul 14:15, 25 april 2015.