13 September 2015

Makalah Pengantar Manajemen - Planning ( Perencanaan )

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perencanaan merupakan dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan langkah-langkah serta cakupan pencapaiannya. Merencanakan bermakna memberdayakan seluruh komponen organisasi seperti sumber daya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), dan sumber daya yang lain (other resources).
Pokok pembahasan pada makalah ini berfokus pada elemen-elemen tertentu dari proses perencanaan dan proses yang sangat berhubungan dengan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian Perencanaan ?
2.      Bagaimana Proses Perencanaan ?
3.      Apa itu Perencanaan Strategic ?
4.      Apa itu Perencanaan Opeasional ?
5.      Rencana Tindakan ?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perencanaan
Perencanaan merupakan fungsi awal manajemen yang  mendasari fungsi-fungsi yang lain. Karena itu, perencanaan merupakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk menghadapi problema-problema di masa yang akan datang.
Berikut ini pengertian perencanaan yang dikemukakan oleh beberapa ahli:
a.       Stoner (1995:11) menyebutkan, bahwa perencanaan sebagai suatu proses penentuan tujuan dan tindakan yang sesuai guna mencapai tujuan tersebut.
b.      Terry (2003:46) menyebutkan, perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan fakta-fakta, membuat dan menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan penggambaran dan penyusunan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
c.       Rogers A. Kauffman dalam Fattah (2004:49) berpendapat bahwa yang dimaksud perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan dalam fungsi manajemen ini adalah suatu  proses untuk menentukan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin.[1]
Tujuan Perencanaan
Perencanaan bertujuan untuk memberi pegangan bagi manajer agar mengetahui arah yang hendak di tuju, mengurangi dampak perubahan, mengurangi pemborosan dan kesia-siaan, serta menetapkan acuan untuk memudahkan dalam melakukan pengawasan (Mansoer, 1989: 74).

B.     Proses Perencanaan
Untuk membuat suatu perncanaan harus memerhatikan kemungkinan-kemungkinan, karena dalam proses menetapkan sasaran didalamnya terdapat pembuatan keputusan dimana perencana harus memperhatikan adanya unsur kepastian, ketidakpastian, dan mengandung resiko. Proses perencanaan melibatkan dua elemen penting, yaitu tujuan (guals), dan rencana (plan).
a.       Tujuan (Goals)
Tujuan (goals) pada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok, atau seluruh organisasi. Dalam pengertian bahasa Inggris, kadangkala dibedakan antara objectives dan goals. Objectives diartikan sebagai tujuan dan goals diartikan sebagai target. Bahkan kadangkala kedua istilah juga digantikan dengan istilah seperti purposes, aims, destination,yang ketiganya memiliki arti yang kurang lebih juga sama.
b.      Rencana (plans)
Rencana (plans) adalah segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya perusahaan akan dialokasikan, penjadwalan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian tujuan. Sebagai seorang manajer perencanaan, tujuan dan rencana adalah sesuatu yang harus dirumuskan olehnya.[2]
Tahap-tahap Perencanaan:
1.      Melakukan kegiatan yang meliputi analisis pihak-pihak berkepentingan, kemudian merumuskan visi, misi dan tujuan serta merumuskan hasil utama.
2.      Melakukan kegiatan yang meliputi analisis posisi yang mengkaji faktor-faktor eksternal dan internal serta pembahasan analisis kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan.
3.      Penyusunan rencana dengan merumuskan sasaran baik berupa asumsi maupun kebijakan tertentu, kemudian menentukan strategi dan membuat program kerja.
4.      Implementasi rencana.
5.      Evaluasi dan umpan balik melalui kegiatan pengendalian dan evaluasi.[3]

C.    Perencanaan Strategik
Perencanaan strategik (strategik planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, Kebijaksanaan dan program-program strategik yang di perlukan untuk tujuan-tujuan tersebut, dan Penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategik dan Kebijaksanaan telah di implementasikan.
Langkah-langkah perencanaan strategik:
1.      Penentuan misi dan tujuan
Yang mencakup pernyataan-pernyataan umum tentang misi, falsafah, maksud, dan tujan organisasi. Perumusan misi dan tujuan merupakan tanggung jawab kunci bagi manager puncak. Perumusan ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dibawakan manager. Nilai-nilai ini dapat mencakup masalah-masalah sosial dan etika atau masalah-masalah umum seperti luas perusahaan, macam produk atau jasa yang akan diperoduksi atau cara pengoperasian perusahaan.
2.      Pengembangan profil perusahaan
Yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan. Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan dan strategi-strategi yang ada sekarang. Suatu profil perusahaan merupakan hasil analisa internal perusahaan untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi sekarang, serta merincikan kuantitas dan kualitas sumber daya-sumber daya perusahaan yang tersedia. Profil perusahaan menunjukan kesuksesan perusahaan di waktu yang lalu dan kemampuannya untuk mendukung pelaksaanaan kegiatan sebagai implementasi strategi dalam pencapaian tujuan di waktu yang akan datang.
3.      Analisa lingkungan eksternal
Perusahaan perlu mengidentifikasi lingkungan lebih khusus yang terdiri dari :
•    Para penyedia
•    Pasar organisasi
•    Para pesaing
•    Pasar tenaga kerja
•    Lembaga-lembaga keuangan
Dimana kekuatan-kekuatan ini akan mempengaruhi secara langsung operasi perusahaan.
4.      Analisa internal perusahaan: kekuatan dan kelemahan organisasi
Analisa ini dilakukan dengan memperbandingkan profil perusahaan dan lingkungan eksternal.
5.      Identifikasi kesempatan dan ancaman strategik
Identifikasi tujuan dan strategik, analisa lingkungan, serta analisa kekuatan dan kelemahan organisasi dipadukan dalam langkah ke lima : penentuan berbagai kesempatan yang tersedia bagi organisasi dan ancaman-ancaman yang harus dihadapinya. Berbagai kesempatan dan ancaman dapat ditimbulkan banyak factor, antara lain perkembangan teknologi, perubahan kondisi pasar, perubahan politik, atau perilaku konsumen atau langganan.
6.      Pembuatan keputusan strategic
Langkah selanjutnya mencakup identifikasi, penilaian dan pemilihan alternative strategic. Proses ini disebut proses pembuatan keputusan strategik.
7.      Pengembangan strategic perusahaan
Setelah tujuan jangka panjang dan strategi dipilih dan ditetapkan, organisasi perlu menjabarkannya ke dalam sasaran-sasaran jangka pendek (tahunan) dan strategi-strategi operasional. Tujuan  dan strategi umum diterjemahkan dan diperinci menjadi berbagainstrategi, kebijaksanaan dan taktik (rencana, program, anggaran) operasional pada masing-masing bidang fungsional organisasi.
8.      Implementasi strategi
Yang menyangkut kegiatan manajemen pengoperasian strategi. Implementasi berarti peletakkan strategi menjadi kegiatan. Implementasi melibatkan penugasan tanggung jawab atas sukses semua atau sebagian strategi kepada karyawan yang sesuai, diikuti dengan alokasi sumber daya- sumber daya yang dibutuhkan.
9.      Peninjauan kembali dan evaluasi.
Proses ini sering disebut “strategic control”. Setelah strategi diimplementasikan, manajer perlu senantiasa memonitor secara periodic, atau pada tahap-tahap kritis untuk menilai apakah organisasi berjalan kearah tujuan yang telah ditetapkan atau tidak.[4]

D.    Perencanaan Operasional
Perencanaan Operasional (Operational Planning) adalah perencanaan jangka pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka panjang ke dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci. Ia merupakan terjemahan sekaligus penunjang rencana jangka panjang.[5]
Langkah-langkah Perencanaan Operasional:
1.      Menetapkan tujuan
Sering sebuah organisasi mempunyai banyak tujuan, maka harus memilih diantara banyak tujuan tersebut, tujuan dapat dirumuskan sesuai dengan maksud misi dan sasaran yang dikehendaki. Tentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki, tujuan yang besar akan sukar dapat dicapai dengan sumber daya yang sangat terbatas, maka harus menetapkan tujuan yang terbaik bagi organisasi.
2.      Memahami atau merumuskan keadaan saat ini
Rencana adalah menyangkut kegiatan dimasa yang akan datang, apa yang dapat dilakukan dimasa yang akan datang sangat ditentukan pula keadaan atau posisi organisasi pada saat ini. Oleh karena itu organisasi harus mengetahui, memahami dan kemudian merumuskan posisinya saat ini. Untuk keperluan itu diperlukan data dan informasi yang relevan dengan tujuan organisasi.
3.      Mengidentifikasikan Kemudahan dan Hambatan.
Organisasi harus melakukan identifikasi dan inventarisasi faktor-faktor kemudahan dan hambatan dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan mengetahui kemudahan-kemudahan, organisasi akan dapat memanfaat-kannya peluang tersebut sebaik-baiknya. Sebaliknya dengan mengetahui kemungkinan hambatan, maka organisasi sedini mungkin sudah mempersiapkan untuk menanggulanginya atau mengantisipasinya yang akan dirumuskan dan kemudian dirumuskan pada berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan.[6]
E.     Rencana Tindakan
Di dalam rencana tindakan ada tiga hal yang perlu diperhatikan:
1)        Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran yang berbeda-berbeda dapat ditiadakan.
2)        Fleksibel, suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya bila ada perubahan maka tidak semua rencana diubah dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian saja. Sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang direncanakan.
3)        Stabilitas, tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga stabilitasnya setiap harus ada dalam pertimbangan.[7]


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Perencanaan adalah suatu  proses untuk menentukan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan seefisien dan seefektif mungkin.
Proses perencanaan:
a.       Melakukan kegiatan yang meliputi analisis pihak-pihak berkepentingan, kemudian merumuskan visi, misi dan tujuan serta merumuskan hasil utama.
b.      Melakukan kegiatan yang meliputi analisis posisi yang mengkaji faktor-faktor eksternal dan internal serta pembahasan analisis kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan.
c.       Penyusunan rencana dengan merumuskan sasaran baik berupa asumsi maupun kebijakan tertentu, kemudian menentukan strategi dan membuat program kerja.
d.      Implementasi rencana.
e.       Evaluasi dan umpan balik melalui kegiatan pengendalian dan evaluasi.
Perencanaan strategik (strategik planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, Kebijaksanaan dan program-program strategik.
Perencanaan Operasional (Operational Planning) adalah perencanaan jangka pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka panjang ke dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci.
Rencana tindakan, meliputi:
1)      Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas
2)      Fleksibel
3)      Stabilitas.

B.     Saran
Demiakian makalah kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Apabila ada saran dan kritik, silahkan sampaikan kepada kami.
Dan apabila ada kesalahan kami mohon maaf, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Choliq, Abdul, 2011, Pengantar Manajemen, Semarang: Cetakan Pertama.
Tisnawati, Ernie, Kurniawan Saefullah, 2005, Pengantar Manajemen, Jakarta: Edisi Pertama.






[1]
Abdul Choliq MT., Pengantar Manajemen, hlm. 115-116
[2] Ernie Tisnawati, Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen, hlm. 99-100
[3] Abdul Choliq MT., Pengantar Manajemen, hlm. 118-119