I. PENDAHULUAN
Telah di tegaskan bahwa dari sisi manapun,Al-Qur’an selalu menampilkan cabang ilmu pengaetahuan.
Blog kumpulan makalah dan tugas-tugas kuliah lainnya
I. PENDAHULUAN
Telah di tegaskan bahwa dari sisi manapun,Al-Qur’an selalu menampilkan cabang ilmu pengaetahuan.
I. PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan zaman , serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,terutama dalam bidang informasi dan telekomunikasi sehingga lahirlah suatu era baru yang disebut dengan era globalisasi. Dimana di era ini menjadi kekuatan yang terus meningkat serta melahirkan dunia yang lebih terbuka untuk saling berhubungan, terutama ditopang teknologi informasi yang sedemikian canggih , sehingga dapat mempengaruhi bahkan mengubah segi-segi kehidupan, baik kehidupan material maupun kehidupan spiritual.
Pada era baru ini,lembaga pendidikan Islam, termasuk didalamnya Madrasah di pesisiran jawa ,dihadapkan pada persoalan yang dilematis,dua pilihan yang sama-sama penting, yaitu pada satu sisi harus mempertahankan identitas atau jadi dirinya dan di sisi lain harus beradaptasi dengan segala perubahan yang terjdi,dimana hal tersebut terjadi karena tuntutan perkembangan zaman sebagai akibat dari kemajuan dalam bidang sains dan teknologi. Di satu sisi, madrasah dituntut agar dapat meningkatkan pemahaman ilmu-ilmu agama dan mengamalkan ajaran Islam. Sementara disisi lain, madrasah dituntut agar dapat menumbuhkan peserta didik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya ,dimana persoalan hidup tersebut tidak dapat dipecahkan dengan ilmu agama saja, tetapi juga dengan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
Melihat dampak negatif yang begitu beragam akibat perubahan zaman saat ini,dirapkan dengan adanya madrasah dapat membawa perubahan positif pada diri anak terutaman dalam pembentukan mental. Dimana peran madrasah tersebut membawa keunikan tersendiri untuk saya jadikan bahan diskusi pada makalah kali ini.
II. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian Madrasah menurut para Ahli?
2. Bagaimana Sejarah kemunculan Madrasah ?
3. Bagaimana Model Madrasah dari masa ke masa?
4. Bagaimana Peran Madrasah dalam Membentuk Mental Anak bangsa di Era Modernisasi saat ini?
III. PEMBAHASAN
1. Pengertian Madrasah
Secara etimologi madrasah berasal dari bahasa Arab dari akar kata “darasa,yadrusu,darsan,madrasatan” yang berarti “membaca dan belajar”, kata madrasah sendiri berbentuk kata keterangan tempat(zaraf makan) yang berarti “tempat duduk untuk belajar “, atau “tempat belajar para peserta didik” atau “tempat untuk memberikan pelajaran”atau diartikan jalan. Sedangkan menurut Jonathan Berkley dalam The Tranmission of knowledge in Medieval Cairo, A Social History of islamic Education, istilah madrasah berkaitan dengan kata midrash atau midrasha . Dimana istilah midrash sendiri memang sangat terkait dengan tradisi agama yahudi yang berarti “ buku yang dipelajari “, atau “tempat belajar “ atau” rumah untuk mempelajari kitab taurat”, penjelasan Berkley ini diperkuat Karen Amstrong dalam bukunya On the Bible , bahwa kata midrash juga bermakna upaya menafsirkan Taurat. Jadi pada intinya “ madrasah “ sangat berkaitan erat dengan upaya untuk mempelajari Agama. Maka demikian hal nya dengan madrasah yang ada di indonesia merupakan tempat mengkaji atau mendalami ilmu-ilmu agama Islam yang besumberkan pada Al-qur’an dan hadist.
Madrasah juga mengandung arti tempat atau wahana anak mengenyam proses pembelajaran. Maksudnya, di madrasah itulah anak menjalani proses belajar secara terarah,terpimpin, dan terkendali. Dengan demikian, secara teknis madrasah menggambarkan proses pembelajaransecara formal yang tidak berbeda dengan sekolah. Hanya dalam lingkup kultural, madrasah memiliki konotasi spesifik. Di lembaga ini ini anak memeroleh pembelajaran ihwal atau seluk beluk agama dan keagamaan, dan ilmu-ilmu lain yang diperlukan peserta didik sesuai dengan tuntutan kehidupan berrmasyarakat dan bernegara.
Menurut pendapat lain mengatakan, bahwa istilah “madrasah” pada awal perkembangannya mempunyai beberapa pengertian diantaranya, aliran atau mazhab, golongan filsuf, dan pemikir atau penyelidik tertentu yang berpegang pada metode atau pemikiran yang sama.karena salah satu motif didirakannya madrasah adalah untuk mempelajari dan mengembangkan mazhab dan aliran tertentu, dan sebagai upaya perlawanan terhadap mazhab lain yang telah berkembang sebelumnya.
2. Sejarah Kemunculan Madrasah
Para ahli sejarah pendidikan Islam hingga saat ini belum menemukan kata sepakat tentang kapan dan dimana madrasah pertama kali ditemukan.Menurut sejarawan pendidikan Islam ternama Ahmad Syalabi berpendapat bahwa madrasah yang pertama kali didirikan di duni islam adalah madrasah Nizhamiyyah di Baghdad,didirikan oleh Nizham al-mulk (wafat 485 H/1092M) , dengan tujuan untuk mengajarkan agama, khususnya Islam Sunni,sebagai upaya untuk mengikis ajaran syi’ah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Muslim pada waktu itu.
Madrasah Nizhamiah merupakan pelopor madrasah dalam peradaban islam dan merupakan lembaga pendidikan resmi dimana pemerintah ikut andil dalam menetapkan tujuan pendidikannya,menentukan kurikulum, memilih guru,dan memberikan subsidi finansial kepada madrasah. Ketenaran madrasah ini dibandingkan dengan madrasah-madrsah lainnya, disebabkan karena madrasah tersebut menjadi salah satunlembaga pendidikan (tinggi) yang sangat dikenal di abad ke-11 dan menjadi titik awal bagi pengembangan madrasah-madrasah selanjutnya di peradaban dunia islam pada saat itu.
Tidak berlebihan jika Bayard Dodge menyebut Madrasah Nizamiyah sebagai “model for orthodox Islam” dan Micheal J. Fisher menyebutnya sebagai “nation-wide public system of education”. Atas alasan tersebut, beberapa sarjana kemudian memposisikan Nizamiyah sebagai madrasah pertama yang palingdikenal didunia Islam
Madrasah merupakan perkembangan lebih lanjut dan formalisasi dari tradisi pendidikan yang sudah berlangsung dimasjid. Meskipun demikian, kehadiran madrasah tidak serta-merta mengakhiri peran kuttab, masjid, dan masjid khan sebagai pusat pembelajaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada kompleksitas materi-materi yang dipelajari. Bukan terletak pada sisitem atau model pembelajarannya. Jika kuttab memberikan pelajaran dasar-dasar keislaman seperti membaca dan menullis Al-qur’an dan urusan-urusan ibadah lainnya, maka materi yang diajarkan diberikan masid meliputi kajian-kajian Al-qur’an, hadist, dan dilanjutan dengan ‘ilm al-fiqh, yang berkembang selang satu abad setelah kelahiran Islam.
3. Model Madrasah dari masa ke masa
Menurut Bayar Dodge pada masa awal model madrasah, Al-qur’an merupakan satu-satunya bentuk pembelajaran dalam lingkungan masyarakat muslim. Bentuk-bentuk pembelajaran Al-qur’an yang berlangsung dikalangan umat muslim pada saat itu diantaranya:
• Pertama,seorang pembaca Al-qur’an memberikan pelajaran tentang kewahyuan kepada sekelompok murid dimasjid.
• Kedua, seorang guru yang tidak jarang bertindak sebagai “storyy teller”, memceritakan kisah-kisah yang terdapat di dalam Al-qur’an dengan menekankan kisah kepahlawanan pada awal perkembangan islam.
• Ketiga, memberikan tutorial Al-qur’an secara privat, semisal menceritakan kisah-kisah yang terdapat didalam Al-qur’an , anekdot, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Jika dilihat dari prespektif sekarang madrasah terdahulu tidak mengenal sistem kelas, kurikulum terstruktur,dan sebagainya. Jika dapat di sejajarkan madrasah pada periode terdahulu sejajar dengan pesantren tradisional. Seiring dengan perkembangan zaman madrasah tidak lagi hanya memepelajari ilmu-ilmu Agama secara khusus melainkan sudah adanya ilmu pengetahuan secara umum.
Sedangkan madrasah pada era kontemporer, tidak lagi merupakan institusi pendidikan tinggi tetapi merupakan lembaga pendidikan tingkat dasar hingga menengah, yang mengajarkan pengetahuan Agama Islam yaitu Al-qur’an, Syari’at Islam (fiqih), Hadist dan Ilmu kalam ( Aqidah-tauhid) dan pengetahuan umum seperti Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan sosial, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni budaya, Olahraga dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pembelajaran dilakukan secara aktif didalam kelas.
Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kehidupan masyarakat Indonesia, madrasah terus berkembang, baik dari sisi kurikulum , jenjang studi orientasi tujuannya. Madrasah dalam kehidupan khazanah bangsa Indonesia menjadi sebuah fenomena budaya dan wujud entitas kelembagaan yang secara intensif menjalani sosialisasi dan perkembangan. Dan secara berangsur-angsur , madrasah mulai memasuki arus utama sistem pendidikan Indonesia.
4. Peran Madrasah dalam membentuk mental anak di era modernisasi saat ini
Dalam kaitannya dengan era Modernisasi madrasah dituntut untuk menyiapkan anak didiknya agar siap bersaing di bidang apa saja yang ia masuki. Hal ini dimaksudkan agar lulusan madrasah tidak merasa terpojokan oleh lulusan sekolah umum dalam memperebutkan tempat dan peran dalam gerakan pembangunan. Sebab di bandingkan dengan dengan sekolah umum madrasah mempunyai visi yang mulia. Ia bukan saja memberikan pendidikan umum ( seperti halnya sekolah umum) tetapi juga memberikan pendidikan agama sehingga, jikalau pendidikan ini berhasil , para lulusannya akan dapat hidup bahagia di dunia ini( diukur secara ekonomis) dan hidup bahagia di akhirat nanti ( karena ketaatannya terhadap ajaran agama).
Untuk mewujudkan semua itu tentunya diperlukan kesiapan mental dari dalam diri santri itu sendiri. Melalui madrasah diharapkan tidak hanya saja menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang berciri khas keagamaan, akan tetapi madrasah juga dituntut agar bisa menjadi benteng pertahanan yang memperkukuh persatuan dan kesatuan demi mewujudkan manusia yang berkarakter.
Berikut ini peran penting madrasah dalam mewujudkan itu semua:
1. Madrasah sebagai media sosialisasi
Sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas keagamaan, melaui sifat dan bentuk pendidikan yang dimilikinya, madrasah mempunyai peluang yang lebih besar berfungsi sebagai media sosialisasi nilai-nilai ajaran agama kepada anak didik secara lebih efektif. Sifat kegamaan yang melekat pada kelembagaannya menjadikan madrasah mempunyai mandat yang kuat untuk melakukan peran tersebut.
2. Madrasah membentuk Akhlak dan Kepribadian
Tujuan madrasah tidak semata-mata untuk memperkaya pikiran murid dengan ilmu pengetahuan , tetapi juga untuk meninggikan moral serta malatih dan meninggikan semangat berjuang. Mengajarkan sikap dan tingkah laku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
3. Madrasah sebagai moralitas Bangsa
Pesatnya kemajuan pembangunan membawa penagruh positif terhadap kemajuan bangsa dan peningkatan kualitas kehidupan. Namun disisi lain kemajuan ekonomi telah melahirkan masalah-masalah baru seperti kesenjangan sosial , kemiskinan , dan tindak kriminal. Melalui madrasah kita dididik menjadi manusia yang beriman sehingga kita dijauhkan dari perbuatan tercela tersebut. Melalui madrasah kita juga dididik untuk senantiasa selalu bersyukur atas nikmat yang telaif h Allah berikan.
4. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Alternatif
Di era modernisasi saat ini banyak melahirkan kehidupan yang timpang. Di satu sisi berlebihan dalam hal materi , tetapi disisi lain merasa kosong secara spiritual. Dari sinilah madrasah menjadi pendidikan alternatif, yakni yang menyeimbangkan antara pengetahuan dan agama.
SIMPULAN
Madrasah adalah suatu tentang yang berfungsi sebagai tempat untuk mengkaji atau mendalami ilmu-ilmu agama Islam yang besumberkan pada Al-qur’an dan hadist.
Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang memfokuskan pembelajarannya secara menyeluruh dari segi keagamaan sampai ilmu pengetahuan umum.
Madrasah mempunyai peran penting dalam mewujudkan manusia yang berkarakter. Melalui madrasah diharapkan juga dapat membentuk insan kamil yang memiliki semangat juang tinggi serta mental yang tangguh dalam meghadapi tuntutan zaman.
DAFTAR PUSTAKA
Mahfud Junaedi,Filsafat Pendidikan Islam,(Semarang:FITK,2015).
Dr.Husni Rahim, Arah baru Pendidikan Islam di Indonesia(Jakarta:PT.Logos Wacana Ilmu2000).
Arif Subhan.Lembaga Pendidikan Islam Indonesia Abad ke-20(Jakarta:Kencana,2012).
Fatah Yasin.Dimensi-dimensi Pendidikan Islam(Malang: UIN Malang Press:2008).
Dr. Mahmud. Pemikiran Pendidikan Islam(Bandung:CV Pustaka Setia:2011)
Zikir merupakan bentuk ibadah yang sangat mudah dilakukan tidak seperti ibadah-ibadah lain yang telah ditetapkan waktu dan ketentuan-ketentuan lainnya