13 September 2015

Makalah Sosiologi - Multikulturalisme

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
                        Abdurrahman Wahid mengatakan bahwa di dalam era reformasi masyarakat dan bangsa Indonesia, ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian yaitu masalah agama, nasionalisme, dan rakyat. Ketiga masalah besar ini masih kurang diperhatikan sehingga merupakan hal-hal yang menggangu stabilitas kehidupan berbangsa. Pada hakikatnya, di dalam konteks kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia, ketiga masalah besar tersebut merupakan masalah kebudayaan. Penulis berpendapat bahwa ketiga masalah tersebut perlu ditambahkan dengan masalah yang mendasarinya, yaitu masalah multikulturalisme. Kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia diberkahi dengan kenyataan adanya berbagai budaya etnis sebagaimana yang diakui di dalam lambang negara “Bhinneka Tunggal Ika”. Lambang negara tersebut bukan sesuatu yang telah jadi tapi yang menjadi. Oleh sebab itu Bhinneka Tunggal Ika merupakan pengertian kesejarahan masyarakat  dan bangsa Indonesia karena menunjukkan keadaan masa lalu, persoalan masa kini, dan tugas untuk mewujudkannya di masa yang akan datang.
1.2 Rumusan masalah
a. Apa yang dimaksud dengan Multikulturalisme ?
b. Macam-macam masyarakat Multikulturalisme ?
1.3 Tujuan
a. Mengetahui arti dari Multikulturalisme.
b. Mengetahui macam-macam masyarakat Multikulturalisme.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Multikulturalisme
Secara bahasaan multikulturalisme dibentuk dari kata “multi” yang berarti plural, sementara kata “kulturalisme” diartikan sebagai kultur atau budaya. Istilah plural mengandung arti yang berjenis-jenis, karena pluralisme bukan berarti sekadar pengakuan akan adanya hal-hal yang berjenis-jenis tetapi juga pengakuan tersebut mempunyai implikasi-implikasi politis, sosial, ekonomi. Oleh sebab itu pluralisme berkaitan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Banyak negara yang menyatakan dirinya sebagai negara demokrasi tetapi tidak mengakui adanya pluralisme didalam kehidupannya sehingga terjadi berbagai jenis segregasi. Pluralisme ternyata berkenaan dengan hak hidup kelompok-kelompok masyarakat yang ada dalam suatu komunitas. Komunitas-komunitas tersebut mempunyai budayanya masing-masing.
Adanya budaya dari masing-masing komunitas akan memberikan pertanyaan kepada apa makna budaya atau apa hakikat budaya. Ternyata pertanyaan ini menyinggung banyak masalah mendasar sehingga seorang ahli Raymond Williams menyatakan “budaya” merupakan salah satu istilah yang paling sulit didalam kamus bahasa Inggris. Betapa pentingnya budaya didalam kehidupan bermasyarakat menjadi masalah politik karena budaya merupakan alat perekat didalam suatu komunitas.[1]
Jadi, multikulturalisme merupakan suatu konsep dengan aspek-aspek yang sangat luas dan kompleks karena berhubungan dengan masalah-masalah budaya, politik, sosial, ekonomi, filsafat. Oleh sebab itu konsep multikultural perlu terus dikaji oleh para pakar khususnya para pakar ilmu-ilmu sosial untuk mengkaji permasalahan kehidupan manusia yang serba kompleks didalam dunia terbuka era globalisasi. Konsep multikultural merupakan konsep yang terbuka karena perlu disesuaikan dengan perkembangan budaya dan kehidupan sosial ekonomi suatu bangsa.[2]

2.2 Macam-macam masyarakat multikulturalisme
1. Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
2.  Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
3. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
4. Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
5. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.[3]

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Multikulturalisme merupakan suatu konsep dengan aspek-aspek yang sangat luas dan kompleks karena berhubungan dengan masalah-masalah budaya, politik, sosial, ekonomi, filsafat. Oleh sebab itu konsep multikultural perlu terus dikaji oleh para pakar khususnya para pakar ilmu-ilmu sosial untuk mengkaji permasalahan kehidupan manusia yang serba kompleks didalam dunia terbuka era globalisasi. Konsep multikultural merupakan konsep yang terbuka karena perlu disesuaikan dengan perkembangan budaya dan kehidupan sosial ekonomi suatu bangsa.
Ada tiga macam masyarakat multikulturalisme, yaitu Multikulturalisme isolasionis, Multikulturalisme akomodatif, Multikulturalisme otonomis, Multikulturalisme kritikal atau interaktif, Multikulturalisme kosmopolitan.

3.2 Saran
Dengan demikian makalah dengan tema “Multikulturalisme”, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Kami sebagai penulis juga mohon atas kritik dan sarannya terhadap makalah ini, mungkin banyak kesalahan dari segi penulisan dan substansinya, kami mohon maaf. Terima kasih.

Daftar Pustaka
Tilaar, Multikulturalisme, Jakarta : PT. Grasindo, 2004




[1] Tilaar, Multikulturalisme, Jakarta : PT. Grasindo, 2004. Hlm 82
[2] Ibid. 93