13 September 2015

Ujian Akhir Semester Pengantar Ilmu Komunikasi

Soal
1.      Buatlah ringkasan materi kuliah yang berisi tentang strategi komunikasi dan komunikasi efektif, komunikasi empatik, dan komunikasi islami!
2.      Buatlah contoh-contoh komunikasi yang telah disebutkan dalam soal pertama!

Jawab
1)      Ringkasan
Strategi Komunikasi dan Komunikasi Efektif
Strategi adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai jalan yang hanya menunjukkan arah saja, akan tetapi harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.
Strategi komunikasi adalah rancangan, cara, langkah yang akan digunakan untuk melakukan proses komunikasi yang meliputi planning, organizing (pengaturan), actuating (pelaksanaan) dan yang menyangkut unsur komunikasi seperti komunikator, komunikan, pesan, media dan lain-lain. Strategi komunikasi harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya, seperti pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung pada situasi dan kondisinya.
Tujuan strategi komunikasi, yaitu: to secure understanding, dimana tujuan ini adalah komunikan mengerti pesan yang ia terima oleh komunikator. Kalau komunikan sudah dapat mengerti dan sudah menerima, maka komunikan tersebut itu harus dibina (to establish acceptance). Dan pada akhirnya kegiatan di motivasikan (to motivate action).
Komunikasi efektif adalah proses pertukaran pesan yang menghasilkan efek atau dampak sesuai yang diharapkan oleh peserta komunikasi (komunikator dan komunikan). Jadi, dalam berkomunikasi efektif, peserta komunikasi harus bisa mengerti, memahami dan menerima apa pesan yang telah di sampaikan baik komuniktor maupun komunikan.
            Untuk mencapai suatu komunikasi yang efektif, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti, berbicara dengan tenang dan santai, pesan yang di sampaikan dapat menarik perhatian atau minat.
            Cara komunikasi efektif dengan strategi komunikasi:
1.      Knowing the audiences (mengetahui para audiens)
2.      Mastering the message (menguasai pesan)
3.      Mastering the language (menguasai bahasa)
4.      Choosing the media (memilih media).
Komunikasi Empatik
Empati adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang dialami orang lain pada saat tertentu, dari sudut pandang dan perspektif orang lain tersebut. Bisa juga empati adalah bentuk kepedulian diri kita terhadap orang lain, mampu memproyeksikan diri kepada orang lain atau merasakan apa yang dirasakan orang lain..
Komunikasi empatik adalah komunikasi yang menunjukkan adanya saling pengertian antara komunikator dengan komunikan. komunikasi empatik itu mendengar, dengan mata, telinga dan hati. Arttinya, memahami, berintuisi dan merasakan. Mendengar empatik itu mendengarkan isi bukan dari siapa. Dengar ibarat pertamakali mendengar. Komunikasi ini menciptakan interaksi yang membuat satu pihak memahami sudut pandang pihak lainnya. 
Komunikasi Islami
Komunikasi islami berbeda dengan komunikasi islam, kalau komunikasi islam yaitu sistem komunikasi yang dilakukan oleh umat muslim, yang didasarkan pada al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. sedangkan  komunikasi islami adalah proses pertukaran pesan yang di dasarkan pada ajaran Islam. Komunikasi islam tidak selamanya islami begitupula sebaliknya komunikasi islami tidak selalu digunakan untuk mengkomunikasikan ajaran islam.
Adapun prinsip-prinsip komunikasi Islami antara lain:
1.      Qaulan sadidan yaitu menyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang benar.
QS AL-AHZAB : 70


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.”
Cara berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi (dan perkataan) yang lurus dan benar, bahasa yang di gunakan tidak euphimist (bersayap), tidak berbohong, dan menyampaikan kebenaran.
2.      Qaulan ma’rifan yaitu mrnyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang baik.
QS AN-NISA : 5



“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.”
Cara berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi (bahasa) yang baik, tidak mengumpat dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
3.      Qaulan balighan yaitu menyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang bisa di fahami orang lain (menyentuh etos, patos dan logos).
QS AN-NISA : 63




“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”
Cara berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi (bahasa) yang bisa difahami oleh kommunikan, bisa menyentuh patos (perasaan) komunikan, menimbulkan simpati, bisa menyentuh logos (logika) komunikan, bisa di terima akal, bisa menyentuh etos (semangat) komunikan dan menimbulkan kesenangan.
4.      Qaulan kariman yaitu menyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang baik.
QS AL-ISRA : 23




“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membemtuk mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Cara berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi (bahasa) yang mulia (santun), tidak menghardik dan mengumpat.

2)      Contoh
Contoh Strategi Komunikasi dan Komunikasi Efektif :
Seorang anak ingin menonton televisi padahal ia besok harus menghadapi ulangan umum. Maka sang ibu mendekati anaknya tersebut dengan kasih sayang, kemudian mengatakan:
“Nak, apakah kamu mau nilai raportmu merah?”
“Tentu tidak mau, Bu.”
“Apakah dengan nonton televisi, nilaimu bisa lebih baik?”
“Hmm, tidak Bu.”
“Apakah kamu suka jika mengulang kelas?”
“Tidak, Bu.”
“Jadi, bagaimana bila mainnya sesudah ulangan saja, dan sekarang saatnya belajar.”
            Jadi, komunikasi dengan cara ini akan lebih baik, dibandingkan Ibu memakai kata-kata kasar serta bentakan dalam mengingatkan anaknya supaya mau belajar.
Contoh Komunikasi Empatik
Seorang ibu bertanya kepada anaknya, “Kelihatannya ayah sedang merasa lelah sehabis membetulkan genteng, apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan lelah ayah?”. Sang anak menjawab, “Mari kita buatkan sirup yang segar” atau “Aku mau memijit bahu ayah”. Ini dinamakan komunikasi empatik, karena seorang ibu memberikan pengertian kepada anaknya untuk mengerti apa yang harus dilakukan oleh sang anak tadi kepada ayahnya.
Contoh Komunikasi Islami

            Seorang kiyai mengajari para santrinya untuk mengamalkan atau melakukan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan, “hai para santri, tahukah kalian bahwa di bulan ramadhan ini, setiap amal ibadah yang kita lakukan maka Allah SWT akan melipat gandakan segala amal ibadah kita,seperti puasa ramadhan tentunya, sholat lima waktu, tadarus al-Qur’an, qiyamul lail, meperbanyak shodaqoh, , belajar atau mencari ilmu dan masih banyak lagi, semuanya akan di lipat gandakan oleh Allah SWT.”