Soal
1. Buatlah
ringkasan materi kuliah yang berisi tentang strategi komunikasi dan komunikasi
efektif, komunikasi empatik, dan komunikasi islami!
2. Buatlah
contoh-contoh komunikasi yang telah disebutkan dalam soal pertama!
Jawab
1) Ringkasan
Strategi Komunikasi dan Komunikasi Efektif
Strategi adalah perencanaan (planning) dan
manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Namun untuk mencapai tujuan
tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai jalan yang hanya menunjukkan arah
saja, akan tetapi harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.
Strategi komunikasi adalah rancangan, cara,
langkah yang akan digunakan untuk melakukan proses komunikasi yang meliputi
planning, organizing (pengaturan), actuating (pelaksanaan) dan yang menyangkut
unsur komunikasi seperti komunikator, komunikan, pesan, media dan lain-lain.
Strategi komunikasi harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya, seperti
pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung pada situasi dan
kondisinya.
Tujuan strategi komunikasi, yaitu: to
secure understanding, dimana tujuan ini adalah komunikan mengerti pesan yang ia
terima oleh komunikator. Kalau komunikan sudah dapat mengerti dan sudah
menerima, maka komunikan tersebut itu harus dibina (to establish acceptance).
Dan pada akhirnya kegiatan di motivasikan (to motivate action).
Komunikasi efektif adalah proses pertukaran
pesan yang menghasilkan efek atau dampak sesuai yang diharapkan oleh peserta
komunikasi (komunikator dan komunikan). Jadi, dalam berkomunikasi efektif,
peserta komunikasi harus bisa mengerti, memahami dan menerima apa pesan yang
telah di sampaikan baik komuniktor maupun komunikan.
Untuk
mencapai suatu komunikasi yang efektif, ada beberapa hal yang harus dilakukan,
yaitu: menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti, berbicara dengan
tenang dan santai, pesan yang di sampaikan dapat menarik perhatian atau minat.
Cara
komunikasi efektif dengan strategi komunikasi:
1. Knowing
the audiences (mengetahui para audiens)
2. Mastering
the message (menguasai pesan)
3. Mastering
the language (menguasai bahasa)
4. Choosing
the media (memilih media).
Komunikasi Empatik
Empati adalah kemampuan seseorang untuk
mengetahui apa yang dialami orang lain pada saat tertentu, dari sudut
pandang dan perspektif orang lain tersebut. Bisa juga empati adalah bentuk
kepedulian diri kita terhadap orang lain, mampu memproyeksikan diri kepada
orang lain atau merasakan apa yang dirasakan orang lain..
Komunikasi empatik adalah
komunikasi yang menunjukkan adanya saling pengertian antara komunikator dengan
komunikan. komunikasi empatik itu mendengar, dengan mata, telinga dan hati.
Arttinya, memahami, berintuisi dan merasakan. Mendengar empatik itu
mendengarkan isi bukan dari siapa. Dengar ibarat pertamakali mendengar. Komunikasi
ini menciptakan interaksi yang membuat satu pihak memahami sudut pandang pihak
lainnya.
Komunikasi Islami
Komunikasi islami berbeda dengan komunikasi
islam, kalau komunikasi islam yaitu sistem komunikasi yang dilakukan oleh umat
muslim, yang didasarkan pada al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. sedangkan komunikasi islami adalah proses pertukaran
pesan yang di dasarkan pada ajaran Islam. Komunikasi islam tidak selamanya
islami begitupula sebaliknya komunikasi islami tidak selalu digunakan untuk
mengkomunikasikan ajaran islam.
Adapun prinsip-prinsip komunikasi Islami
antara lain:
1. Qaulan
sadidan yaitu menyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang benar.
QS
AL-AHZAB : 70
“Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah
perkataan yang benar.”
Cara
berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi (dan perkataan) yang lurus dan benar,
bahasa yang di gunakan tidak euphimist (bersayap), tidak berbohong, dan menyampaikan
kebenaran.
2. Qaulan
ma’rifan yaitu mrnyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang baik.
QS AN-NISA
: 5
“Dan
janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta
yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan
pakaian dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.”
Cara
berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi (bahasa) yang baik, tidak mengumpat
dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
3. Qaulan
balighan yaitu menyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang bisa di fahami
orang lain (menyentuh etos, patos dan logos).
QS
AN-NISA : 63
“Mereka
itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka.
Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan katakanlah kepada mereka
perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”
Cara berkomunikasi
dengan menggunakan ekspresi (bahasa) yang bisa difahami oleh kommunikan, bisa
menyentuh patos (perasaan) komunikan, menimbulkan simpati, bisa menyentuh logos
(logika) komunikan, bisa di terima akal, bisa menyentuh etos (semangat)
komunikan dan menimbulkan kesenangan.
4. Qaulan
kariman yaitu menyampaikan pesan komunikasi dengan cara yang baik.
QS
AL-ISRA : 23
“Dan
tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah
seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam
pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
perkataan “ah” dan janganlah kamu membemtuk mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia.”
Cara berkomunikasi
dengan menggunakan ekspresi (bahasa) yang mulia (santun), tidak menghardik dan
mengumpat.
2) Contoh
Contoh Strategi Komunikasi dan Komunikasi
Efektif :
Seorang anak ingin menonton televisi padahal
ia besok harus menghadapi ulangan umum. Maka sang ibu mendekati anaknya
tersebut dengan kasih sayang, kemudian mengatakan:
“Nak, apakah kamu mau nilai raportmu merah?”
“Tentu tidak mau, Bu.”
“Apakah dengan nonton televisi, nilaimu bisa
lebih baik?”
“Hmm, tidak Bu.”
“Apakah kamu suka jika mengulang kelas?”
“Tidak, Bu.”
“Jadi, bagaimana bila mainnya sesudah ulangan
saja, dan sekarang saatnya belajar.”
Jadi,
komunikasi dengan cara ini akan lebih baik, dibandingkan Ibu memakai kata-kata
kasar serta bentakan dalam mengingatkan anaknya supaya mau belajar.
Contoh Komunikasi Empatik
Seorang ibu bertanya kepada
anaknya, “Kelihatannya ayah sedang merasa lelah sehabis membetulkan genteng,
apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan lelah ayah?”. Sang anak
menjawab, “Mari kita buatkan sirup yang segar” atau “Aku mau memijit bahu
ayah”. Ini dinamakan komunikasi empatik, karena seorang ibu memberikan
pengertian kepada anaknya untuk mengerti apa yang harus dilakukan oleh sang
anak tadi kepada ayahnya.
Contoh Komunikasi Islami
Seorang
kiyai mengajari para santrinya untuk mengamalkan atau melakukan kegiatan-kegiatan
di bulan Ramadhan, “hai para santri, tahukah kalian bahwa di bulan ramadhan
ini, setiap amal ibadah yang kita lakukan maka Allah SWT akan melipat gandakan
segala amal ibadah kita,seperti puasa ramadhan tentunya, sholat lima waktu,
tadarus al-Qur’an, qiyamul lail, meperbanyak shodaqoh, , belajar atau mencari
ilmu dan masih banyak lagi, semuanya akan di lipat gandakan oleh Allah SWT.”