20 September 2020

CONTOH KONFLIK MAHASISWA DENGAN SANTRI

Informasi untuk pihak 1 Saudara adalah ketua kegiatan organisasi mahasiswa Islam.

Saudara tahu tempat kami itu pondok pesantren. Pesantren yang digunakan untuk mengaji. Apakah tidak ada tempat lain untuk melakukan kegiatan yang saudara adakan. Di luar sana kan masih ada banyak tempat. Saudara bisa menyewanya di sana. Hasil iuran uang yang saudara kumpulkan buat apa. Jangan jadikan uang itu untuk konsumsi saja. Saya salah satu santri di pesantren itu. Kami merasa terganggu dengan kegiatan yang saudara lakukam di tempat kami. Apalagi kegiatannya sampai larut malam. Kami tidak bisa nyaman belajar, juga susah untuk tidur.

Saudara tidak tahu kalau warga di perumahan sini itu cenderung memperhatikan lingkungan sekitarnya. Cerita kyai, pesantren ini didirikan melalui perjuangan yang sangat panjang. Warga berpandangan bahwa di pesantren itu pasti kurang bisa menjaga kebersihan, baik ruangan maupun lingkungan. Namun, kyai berjuang tetap teguh untuk mendirikannya, dia yakin pesantren yang didirikan berbeda dengan pesantren pada umumnya. Hal itu dibuktikan dengan lingkungan serta ruangan yang bersih setiap harinya. Setelah warga mengetahui tersebut, warga pun tidak keberatan dengan adanya pesantren di perumahan tersebut.

Kegiatan saudara di pesantren juga sudah mengganggu warga sekitar pesantren. Dengan suara yang lantang dan keramaian, itu menjadikan warga resah. Tetapi warga tidak ingin mengungkapnya waktu itu juga. Esoknya salah satu warga menghampiri dan bertanya kepada saya. Di pesantren semalam ada acara apa dik?. Saya pun menjawab, itu bukan acaranya pesantren buk, tetapi orang lain yang melakukan kegiatannya di tempat kami. Ibu itu langsung menegur saya, nanti kalau mereka kegiatan di sini lagi, sebaiknya jangan sampai larut malam, agar tidak menggangu waktunya istirahat.

Saudara ini kan sudah dewasa, tahu mana yang benar dan salah. Kami di sini adalah santri. Santri yang masih membutuhkan pengajaran dari kiyai. Waktu buat mengaji kami terlewatkan karena kegiatan yang saudara lakukan. Hal itu sangat disayangkan, karena waktu adalah emas. Bahkan, waktu lebih berharga daripada emas.

Informasi untuk pihak 2 Kami adalah para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa Islam. Salah satu alumni dari kader kami adalah kyai yang memimpin pondok pesantren di tempat saudara. Beliau mengizinkan kami agar menggunakan ruangan pesantren untuk melakukan kegiatan organisasi.

Saya sebagai ketua organisasi sangat berterimakasih kepada beliau dan dengan senang hati kami menerimanya. Kami memanfaatkan ruangan itu untuk berbagai kegiatan seperti rapat, sidang, diskusi, dll.

Pada saat tertentu kami juga ikut berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan pihak pondok pesantren begitupun sebaliknya. Namun acara yang rutin kami adakan yaitu sholawatan setiap malam jumat.

Kemarin saat kami mengadakan acara pelantikan anggota baru, tiba-tiba datang dua orang santri yang menegur kami. Mereka mengancam akan mengusir kami jika tetap melakukan kegiatan melebihi pukul 22.00 WIB. Kemudian kami menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah mendapat izin dari pak kyai sampai pukul 23.00 WIB.  Namun mereka tidak memperdulikan alasan kami.

Di pesantren, waktu mulai mengaji yakni pukul 18.00 WIB (bada maghrib) sampai selesai. Kami sudah meminta izin kyai untuk melakukan kegiatan yang bertepatan dengan waktu mengaji santri tersebut. Kyai pun tidak melarang, bahkan mempersilahkan.

Saudara di pesantren hanyalah seorang santri. Orang yang memiliki wewenang penuh di pesantren adalah kyai. Kami melakukannya sebagaimana yang telah dikatakan kyai, kalau kyai tidak mengizinkannya, maka kami pun tidak akan memakai ruangan pesantren.

Santri pasti sudah diajarkan sama kyai, bahwa dalam sesama muslim apabila didatangi tamu hendaknya ia mempersilahkan bukan menolaknya, bahkan dianjurkan agar menghormati tamu tersebut. Kami ini bisa dikatakan sebagai seorang tamu, tamu yang seharusnya saudara hormati.

 

~Terimakasih~