21 September 2020

MAKAM ASLI SYEKH JUMADIL KUBRO DI SEMARANG -Feature

Di bawah terik panasnya matahari. Tepat di pinggir jalan raya. Terdapat masjid yang berdiri sangat kokoh.

Masjid itu bernama Masjid Jami' Syekh Jumadil Kubro. Masjid tersebut terletak di Jl Yos Sudarso No 1 Kelurahan Terboyo Barat, Genuk, Semarang.

Di dalam masjid terdapat sebuah makam yang memiliki panjang lima setengah meter. Makam itu diyakini sebagai salah satu Makam Waliyullah yang tak lain adalah makam Syekh Jumadil Kubro.

Syekh Jumadil Kubro memiliki nama asli Jamaluddin al-Husain al-Akbar. Dia merupakan cucu ke-18 Rasulullah dari garis Sayyidah Fatimah Az Zahrah al-Battul. Dia menjadi salah satu ulama pertama yang masuk di Nusantara. Bahkan sebagian besar Walisongo memiliki hubungan atau berasal dari keturunan Syekh Kubro ini.

Dalam penyebaran Islam ke tanah Jawa, Syek Kubro  pertama kali mendarat di Semarang melalui kendaraan laut. Sehingga masyarakat berkeyakinan makam yang di Semarang itu adalah Syekh Jumadil Kubro.

"Makam ini pertama kali diketahui oleh Syekh Mudzakir yang makamnya berada di tengah-tengah laut kawasan Demak," ungkap Afwan (53) sebagai juru kunci makam Syekh Kubro.

Afwan menjelaskan, Syekh Mudzakir memberikan amanat kepada alm. H Muhammad Fadholi yang makamnya bersebelahan dengan makam Syekh Jumadil Kubro. Alm. Fadholi yang merupakan lurah di Tambakrejo disuruh Syekh Mudzakir merawat makam tersebut.

Setelah Alm. Fadholi wafat, makam itu dirawat oleh Alm. Bp. Ismail. Beliau juga dimakamkan bersebelahan dengan Syekh Jumadil Kubro. Baru kemudian dirawat oleh Afwan warga Tambakrejo, Terboyo Barat, Semarang.

Menurut sejarah, Syekh Mudzakir merupakan murid dari kiyai Sholeh Darat Semarang yang mempunyai ilmu lebih. Sehingga apa yang di ucapkannya selalu di percaya masyarakat. Dengan begitu, makam Syekh Jumadil Kubro kemungkinan besar berada di Semarang. (Munir-)