Di bawah terik panasnya matahari. Tepat di pinggir jalan raya. Terdapat masjid yang berdiri sangat kokoh.
Masjid itu bernama Masjid Jami' Syekh Jumadil Kubro. Masjid tersebut terletak di Jl Yos Sudarso No 1 Kelurahan Terboyo Barat, Genuk, Semarang.Di dalam masjid terdapat sebuah makam yang memiliki panjang lima setengah meter. Makam
itu diyakini sebagai salah satu Makam Waliyullah yang tak lain adalah makam
Syekh Jumadil Kubro.
Syekh Jumadil
Kubro memiliki nama asli Jamaluddin al-Husain al-Akbar. Dia merupakan cucu
ke-18 Rasulullah dari garis Sayyidah Fatimah Az Zahrah al-Battul. Dia menjadi
salah satu ulama pertama yang masuk di Nusantara. Bahkan sebagian besar
Walisongo memiliki hubungan atau berasal dari keturunan Syekh Kubro ini.
Dalam
penyebaran Islam ke tanah Jawa, Syek Kubro
pertama kali mendarat di Semarang melalui kendaraan laut. Sehingga
masyarakat berkeyakinan makam yang di Semarang itu adalah Syekh Jumadil Kubro.
"Makam ini
pertama kali diketahui oleh Syekh Mudzakir yang makamnya berada di
tengah-tengah laut kawasan Demak," ungkap Afwan (53) sebagai juru kunci
makam Syekh Kubro.
Afwan
menjelaskan, Syekh Mudzakir memberikan amanat kepada alm. H Muhammad Fadholi
yang makamnya bersebelahan dengan makam Syekh Jumadil Kubro. Alm. Fadholi yang
merupakan lurah di Tambakrejo disuruh Syekh Mudzakir merawat makam tersebut.
Setelah Alm.
Fadholi wafat, makam itu dirawat oleh Alm. Bp. Ismail. Beliau juga dimakamkan
bersebelahan dengan Syekh Jumadil Kubro. Baru kemudian dirawat oleh Afwan warga
Tambakrejo, Terboyo Barat, Semarang.
Menurut
sejarah, Syekh Mudzakir merupakan murid dari kiyai Sholeh Darat Semarang yang
mempunyai ilmu lebih. Sehingga apa yang di ucapkannya selalu di percaya
masyarakat. Dengan begitu, makam Syekh Jumadil Kubro kemungkinan besar berada
di Semarang. (Munir-)