SEMARANG- Kampung Pelangi yang terletak di Dusun Wonosari, Kelurahan Randusari, Semarang Timur menjadi ladang usaha warga setempat.
Tempat yang dulunya kumuh, sekarang menjadi tempat wisata terkenal yang ada di Kota Semarang.Menurut Biniditus
Sukiman (80) warga Rt. 5 Rw. 3, asal mula Kampung Pelangi ini merupakan ide
dari pemerintah Walikota Semarang. "Pak Hendrar Prihadi itu sangat cerdik,
dia mampu mengubah kampung yang kumuh menjadi sangat indah," imbuhnya.
Kampung ini
sekarang banyak pengunjung dari berbagai daerah, luar daerah, bahkan sampai
mancanegara. Hal itu dimanfaatkan baik oleh warga setempat. Warga beramai-ramai
membuka peluang usaha di depan rumahnya sendiri.
"Saya senang
sekali bisa berdagang di rumah sendiri. Sebenarnya saya sudah lama berdagang sebelum
adanya Kampung Pelangi, tetapi di luar rumah. Namun, setelah dibuatkan Kampung
Pelangi, saya dan semua warga disuruh pemerintah agar membuat usaha
sendiri-sendiri di rumah," ucap Rusmiyati (55) salah seorang pedagang saat
diwawancarai, Kamis (3/8).
Begitu juga
yang dialami tukang parkir. Dia pun menjadikan tempatnya sebagai penitipan
kendaraan. Selain mendapatkan usaha, warga mendapatkan hasil yang cukup banyak,
bahkan bisa mencapai satu juta lebih per harinya. Dengan begitu, warga tidak merasa
khawatir lagi soal ekonomi.
Selain menciptakan
Kampung Pelangi, Pemerintah Walikota juga membuatkan pemutihan sertifikat tanah
secara gratis untuk seluruh warga di Kelurahan Randusari. Sehingga warga tidak perlu
lagi membayar dalam mengurus sertifikat tanah yang sebelumnya sangat mahal.
"Kemarin warga
disini diminta mengumpulkan syarat-syarat untuk pemutihan sertifikat, seperti
Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan lain-lain. Sebelum dibuatkan
pemutihan sertifikat, seorang warga sempat membayar hingga mencapai 20 juta"
ujar Rusmiyati.
Hal itu juga
disampaikan oleh Ketua Rt, Suwardji (57), bahwa pemerintah akan membayar semua
biaya sertifikat tanah milik warga dan memberikan Pam yang berisi air bersih di
kampung ini. -Munir